Jumat, 22 Juni 2012

Apa yang dimaksud dengan Karya Ilmiah



      Karya ilmiah merupakan karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd (2001:4) mengemukakan bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Apa yang dimaksud dengan tata cara ilmiah? Yaitu suatu penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data yang digunakan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah. Menurut Djuroto dan Bambang (2003:12-13) menguraikan karya tulis sebagai suatu tulisan yang membahas suatu masalah, pembahasan masalah tersebut dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data dari suatu penelitian baik penelitian lapangan, laboratorium atau studi pustaka.
         Dalam karya ilmiah memiliki beberapa gaya penulisan antara lain gaya penulisan deskripsi, merupakan gambaran tertulis yang mana penulis berusaha menggambarkan detail benda-benda atau gelaja yang terjadi dalam bentuk kata-kata; gaya penulisan berbentuk narasi, merupakan jenis gaya penulisan yang menyajikan suatu rangkaian cerita dari suatu kejadian; gaya penulisan ekspose atau penjabaran, gaya penulisan jenis ini menjelaskan dan menafsirkan fakta dan gejala yang timbul dari suatu kejadian; dan gaya penulisan argumentasi, gaya penulisan jenis ini mengemukakan fakta pendukung dari penulis dengan menyajikan alasan-alasan.
       Karya ilmiah dapat berupa tema apa saja, misalkan mengangkat tema tentang bahaya narkoba, pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan, polusi udara yang disebabkan asap pabrik, bahaya merokok dan masih banyak tema lagi yang bisa diangkat untuk menjadi karya ilmiah. Tapi apakah sebenarnya tujuan dari karya tersebut? Tujuan-tujuannya antara lain sebagai berikut:
  1. Untuk menyampaikan ide, maksudnya pokok permasalahan yang ada agar lebih mudah dipahami oleh pembaca maka penulis karya ilmiah membuat dalam bentuk karya ilmiah tersebut.
  2. Untuk melatih kemampuan menulis,
  3. Sebagai tradisi ilmiah, maksudnya dalam pendidikan di bangku kuliah sering mendapat tugas untuk membuat karya ilmiah yang mana memiliki suatu kebanggaan tersendiri.
  4. Sebagai tugas akhir, dalam pendidikan di universitas karya ilmiah juga menjadi salah satu syarat kelulusan. Seperti pada skripsi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk mahasiswa S3.
  5. Digunakan untuk menunjukkan eksistensi dari penulis tersebut melalui karya ilmiah yang dihasilkan.
Berikut adalah contoh judul karya ilmiah :
  1. Pemberdayaan Penambangan Emas Skala Kecil. Studi Kasus : Kecamatan Salopa, Tasikmalaya. Karya: Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok Darijanto, Sudarto N.
  2. Studi Perbandingan Kebijakan Mineral Beberapa Negara Dan Kebijakan Mineral Dalam Hukum Pertambangan Indonesia. Karya: Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo, Buha Edyson.
  3. Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari Usaha Pertambangan Bauksit PT. Aneka Tambang Di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sangatta, Propinsi Kalimantan Barat. Karya: Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N.
  4. Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed Country. Karya: Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama.
  5. Optimasi Penentuan Jumlah Alat Angkut Batubara Dari PIT Ke Chruster Dengan Menggunakan Teori Antrian. Karya: Budi Sulistianto, Jesmin M., Aryo P. Wibowo.

Jumat, 11 Maret 2011

Tugas 4 Matakuliah Teori Organisasi Umum 2

1. Pengertian Pasar :

Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
2. Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
  • Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
  • Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
  • Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
  • Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
  • Pasar Lokal
  • Pasar Daerah
  • Pasar Nasional dan
  • Pasar Internasional
  3. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional 

 Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

a. Metode Output (Output Approach) atau Metode Prduksi
Menurut metode ini PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin).

NT = NO-NI
dimana :
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara

Dari persamaan diatas sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah.Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT>0. dengan demikian besarnya PDB adalah :

PDB = n jumlah i=1 NT
dimana :
i = sektor produksi ke 1,2,3....,n

  

*

Rabu, 09 Maret 2011

Tugas 3 Matakuliah Teori Organisasi Umum 2

1.Pengertian Produsen :


* Orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual dan dipasarkan

2. Fungsi Produksi :


* Suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan -kegiatan yang diperlukan bagi proses produksi .

3. Macam-Macam Biaya :


Macam-macam biaya yaitu : Biaya administrasi  , Biaya Pemasaran , Biaya Umum ,Biaya Produksi






Tugas 2 Matakuliah Teori Organisasi Umum 2

1.Pengertian Perilaku Konsumen :


*Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Swastha dan Handoko:Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa, termasuk di dalam proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan 

*Perilaku konsumen menurut Engel adalahactivities directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow these actions.”



2 .Pendekatan Cardinal Dan Ordinal :

*Pendekatan Kardinal (Cardinal Approach). Menurut pendekatan ini,
daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai
atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga
mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka
akan semakin diminati. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
1. Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan
kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2. Diminishing marginal utility, artinya tambahan utilitas yang diperleh
konsumen makin menurun dengan bertambanya konsumsi dari komoditas
tersebut.
3. Pendapatan konsumen tetap
4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap.
5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna
dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing
barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna
X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn
dan sebaliknya.
* Pendekatan Ordinal :
Dalam pendekatan ini daya guna suatu barang
tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan
tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu
kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang
memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
1. Konsumen rasional
2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna

3. Definisi Elastisitas :


perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.


4. Macam-Macam Elastisitas :


* Dapat Dibedakan Menjadi 4 yaitu : 
      - Permintaan elastis sempurna 
      -Inelastis 
      -Elastis Uniter
      -Elastis Sempurna 

Tugas 1 Matakuliah Teori Organisasi Umum 2

1. Definisi Ekonomi Dan Masalah Pokok :
 Definisi Ekonomi : Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran ,Masalah Pokok Ekonomi : terdapat 2 pendefinisian aliran klasik dan modern dimana memiliki perbedaan yang cukup signifikan 


2 . Sistem Perekonomian :
 Suatu Sistem yang digunakan untuk mengalokalisasikan sumber daya yang dimiliki baik kepada individu maupun organisasi 


3.Pengertian Permintaan Dan Penawaran Dan Hukum Permintaan , Hukum penawaran :

* Pengertian Permintaan dan Penawaran :
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertent

*Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran:
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
4 Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran :
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)


1. Perilaku konsumen / selera konsumen

Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

5. Metode Penentuan Harga :
*cara untuk memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam harga ,Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga .

Senin, 01 November 2010

Krakatau, gunung yang penuh misteri. Ia seolah tenggelam di Selat Sunda. Krakatau sebagai tanda terpisahnya Pulau Jawa dan Sumatra yang dulunya pernah menyatu. Krakatau kini nampak jinak dan terdiam, tapi setiap saat dapat menggegerkan dunia dengan letusan dan muntahan laharnya yang begitu dahsyat. Di kala tenang, ia nampak anggun. Namun di kala ia murka, ledakannya yang maha dahsyat menghebohkan seisi Bumi. Ribuan nyawa bisa jadi korban.Kapan Krakatau akan kembali meletus? Menurut perkiraan, tak lama lagi. Andai itu terjadi pada 2012 mendatang, sudah dipastikan sebagian wilayah Pulau Sumatra (Lampung, Jambi, Sumatra Barat), juga wilayah Pulau Jawa (Banten, Jawa Barat dan bahkan Jakarta) akan menjadi penyumbang korban terbesar. Sebagai catatan, letusan Krakatau pada 1883 saja menelan korban nyawa manusia hampir 36.000 jiwa.
Namun, letusan Krakatau pada 1883 ternyata bukanlah yang terdahsyat. Sudah lama diketahui ada sesuatu yang aneh di sekitar tahun 535 – 536 CE. Kala itu atmosfer Bumi mendadak menggelap sehingga cahaya Matahari yang jatuh ke Bumi diperkirakan tinggal 25 % saja dari intensitasnya semula. Uskup John dari Efesus di Syria mencatat Matahari mendadak jadi gelap selama 18 bulan kemudian, dan setiap harinya sang surya ini hanya menampakkan wajahnya selama 4 jam saja, itu pun samar-samar.
Sebuah catatan di Cina menyebut suara dentuman sangat keras terdengar dari arah barat daya. Sementara di Jawa, buku Pustaka Raja (Pararaton) mencatat adanya suara menggelegar dari arah gunung Batuwara, disertai guncangan Bumi, kegelapan total, petir, kilat disusul hujan badai dan banjir besar di laut (tsunami). Semua catatan itu merujuk ke sekitar tahun 535 CE.
Kegelapan itu berimplikasi sangat serius pada kemaharajaan Romawi Timur dan Persia yang sedang memuncak. Wabah sampar bergentayangan dimana-mana dan merenggut banyak korban jiwa pada periode yang takkan pernah dilupakan Eropa. Di Cina dan India kelaparan besar berkecamuk, melebihi tragedi kelaparan Ethiopia 1980-an. Di Jazirah Arabia selatan, kerajaan-kerajaan besar runtuh. Komunitas Kristen Arian juga berakhir. Sementara nun jauh di benua Amerika, Teotihuacan berakhir. Metropolitan Tikal yang dibangun bangsa Maya dengan susah payah pun runtuh. Demikian pula peradaban Nazca.
Apa penyebab semua peristiwa dahsyat ini? Para astrofisikawan seperti Dallas Abbott semula menduga ini semua terkait dengan tumbukan benda langit, sebagaimana yang meruntuhkan peradaban manusia di zaman perunggu dan belakangan diketahui terkoneksi dengan terbentuknya Kawah Burckle (29 km) di kedalaman Samudera Hindia. Namun petunjuk terang datang dari lembaran2 es di Antartika dan Arktika. Pada contoh2 es dari tahun 535 – 540 CE dijumpai ion-ion Belerang vulkanik sangat melimpah, menunjukkan peristiwa kegelapan itu lebih terkait dengan aktivitas vulkanik yang luar biasa. Dan karena belerang-belerang itu ditemukan di kedua kutub Bumi, hanya gunung api di wilayah ekuator saja yang bisa melakukan itu. Itulah Krakatau (purba).
Hal ini mendorong Kohletz, vulkanolog di Los Alamos National laboratory, membuat simulasi komputer letusan Krakatau purba 535 CE berdasarkan hasil penelitian dan pemetaan geologi seperti dari Escher dan RDM Verbeek di masa Hindia Belanda. Letusan itu memang luar biasa, melontarkan sedikitnya 200 kilometer kubik tephra ke langit dengan energi letusan mencapai 400 megaton TNT. Letusan paroksimal terjadi selama 34 jam (bandingkan dengan Krakatau 1883 yang hanya 10 jam), namun keseluruhan letusan berlangsung hingga 10 hari kemudian. Terbentuk kaldera berdiameter maksimum 60 km. Tephra yang disemburkan ke langit membentuk lapisan setebal 20 – 50 meter, yang berakibat temperatur global menurun drastis hingga 5 – 10º C dari normalnya sampai 10 – 20 tahun kemudian (semua angka ini diambil dari tulisan Awang dalam IAGI-Net). Harus dicatat bahwa volume 200 kilometer kubik ini adalah volume minimal. Letusan Tabora 1815 juga menyemburkan 200 kilometer kubik tephra ke langit dan cahaya Matahari yang jatuh ke Bumi saat itu masih 75 % dari intensitas semula.
Bagi Indonesia, meski belum banyak diteliti, dampak letusan Krakatau purba 535 CE bisa diduga cukup luar biasa. Letusan inilah yang diduga kuat mengakhiri kerajaan Hindu Tarumanegara yang baru saja mencapai puncak kejayaan di bawah Purnawarman. Lahan pertanian di kerajaan ini musnah oleh tumpukan kerikil dan abu vulkanis, sementara pelabuhan-pelabuhannya musnah terhempas gelombang pasang produk letusan. Pola-pola kerusakan di situs percandian Batujaya (Karawang), yang pada abad ke-6 CE berada di tepi Laut Jawa dan merupakan percandian yang mengagumkan dan lebih luas ketimbang Borobudur, menunjukkan keganasan tsunami itu. Bukan tidak mungkin kerajaan Kutai di Kalimantan pun ambruk akibat letusan ini, demikian pula Kalingga di Jawa Tengah.

Pendapatan Penyedia Jasa Cuci Mobil Meningkat

Yogyakarta (ANTARA) - Pendapatan penyedia jasa cuci mobil dan sepeda motor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa karena banyak kendaraan kotor terkena abu vulkanik Gunung Merapi.
"Pada hari biasa pendapatan kami rata-rata Rp200.000 per hari, tetapi dalam beberapa hari terakhir meningkat menjadi rata-rata Rp400.000 per hari," kata salah seorang pemilik tempat cuci kendaraan di Seturan, Sleman, Harsono, Senin.
Ia mengatakan pascaletusan Merapi yang menyebabkan abu vulkanik menyelimuti wilayah Kota Yogyakarta membawa keuntungan bagi dirinya, karena banyak mobil maupun sepeda motor terkena abu itu, dan oleh pemiliknya kemudian dicuci di tempat pencucian mobil.
"Dalam tiga hari terakhir rata-rata 60 unit mobil dicuci di tempat kami, padahal sebelumnya di hari-hari biasa hanya 30 unit per hari," katanya.
Tarif cuci mobil, kata dia masih tetap seperti hari biasa, yaitu Rp10.000 per mobil. "Jika menggunakan alat hidrolik tarifnya Rp20.000 per mobil," kata Harsono.
Pemilik salah satu tempat cuci sepeda motor Sumiran, di Sleman, mengatakan pascaletusan Gunung Merapi banyak warga masyarakat terutama mahasiswa mencucikan kendaraannya.
"Pada hari biasa jumlah sepeda motor yang dicuci di tempat ini rata-rata 30 unit dalam satu hari, kini rata-rata 60 unit," katanya.
Sedangkan pendapatannya dalam beberapa hari terakhir antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Pada hari biasa hanya Rp150.000 sampai Rp200.000 per hari.
Ia mengatakan tarif cuci sepeda motor saat ini tidak dinaikkan, tetap Rp5.000 per unit.